Tuesday, June 26, 2012

Macam Dan Fungsi Magis Uang Kepeng Kuno/Pis Bolong Bagian II

Sebelumnya saya pernah membahas tentang Macam dan Fungsi Magis Uang Kepeng Kuno/Pis Bolong bagian pertama. Pemaparan tentang uang kepeng kuno bali / pis bolong kali ini saya lanjutkan berdasarkan referensi buku, blog sahabat dan pengalaman saya sendiri. Uang kepeng kuno Bali / pis bolong untuk saat ini banyak sekali orang memburunya baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengenai ulasan singkatnya Uang kepeng Kuno / pis bolong ini bisa anda baca di Koleksi Uang Kepeng Kuno Bali.
Untuk itu saya akan melanjutkan bagian ke dua ini.

7. Uang Kepeng Kuno Bali / Pis Bolong Jaring


Pis Jaring / Uang kepeng Kuno bali ini mempunyai gambar garis lengkung yang saling menyilang yang biasanya di sebut Pis Jaring oleh orang orang Bali. Setahu saya Pis jaring ini biasanya di gunakan oleh seorang nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Tapi kebanyakan Orang menurut kepercayaan Suku Bali juga  jika memiliki Pis jaring atau Uang Kepeng Kuno ini  bisa mendatangkan dan menangkap Rejeki dgn cepat. Selain itupis Jaring ini juga cocok untuk di bawa atau di milki oleh pedagang yang sedang berjualan , terutama yang berjualan jauh dari tempat tinggal sang pedagang. Dengan memilki Uang kepeng Kuno Bali / Pis Jaring ini para pedagang akan memeproleh kekuatan magis yang dapat menambah untuk menjaring pembeli sebanyak banyaknya, sehingga dapat di raih untung yang banyak pula.


8. Uang Kepeng Kuno Bali / Pis Bolong Ghana
Berdasarkan pengamatan dari buku uang kepeng / Pis Ghana ini termasuk jenis Pis Gobogan. Pada permukaan depan tercetak relief yang menyerupai huruf Jawa Kuno yang artinya huruf tersebut berbunyi Bhatara Ghana sehingga di sebut dgn Uang kepeng kuno bali / Pis Bolong Ghana. 

Uang kepeng Kuno Ghana ini tidak bergambar pewayangan hanya berupa Tulisan huruf Jawa kuno.

Dalam sistem Kepercayaan tentang manifestasi tuhan dalam berbagai perwujudan, maka Ghana ( betara Ghana ) di percaya sebagai Dewa Pelindung dan Penjaga keselamatan manusia dari marabahaya. Dalam Lontar Kekawin Smaradhadhana karya Mpu Sedah Mpu Penuluh , diriwayatkan bahwa Betara Ghana adalah Putra Dewa Siwa dengan saktinya Dewi Pertiwi ( disebut juga Dewi Durga ), Ghana dilahirkan dengan ukuran empat tala berbadan manusia, berkepala gajah, berdarah dewa. Ghana dilahirkan dalam posisi itu karena akan di tugaskan untuk membunuh raksasa bernama Nilaludraka yang terlanjur diberikan kesaktian oleh Dewa Siwa bahwa raksasa itu tidak akan mati bila di bunuh manusia binatang atau dewa. Rakasa itu sangat Jahat dan mengacau dunia serta mengancam akan menyerbu sorga. Oleh karena itu Ghana dilahirkan sebagai bukan binatang, bukan manusia, dan bukan dewa tetapi memiliki kekuatan seperti dewa Siwa. Dalam kakawin Ghana berhasil membunuh raksasa Nilaludraka dan atas keberhasilannya kemudian di dewakan menjadi Betara Ghana yang bertugas Melindungi dan menjaga keselamatan manusia serta seisi alam ini dari ancaman marabahaya keangkaramurkaan dan kebatilan. Dan sekarang biasanya Masyarakat Bali mengenalnya sebagai Dewa Ganesha.Fungsi magis dari uang kepeng/pis Ghana ini adalah mampu memberikan kekuatan gaib yang dapat melindungi dan menjaga keselamatan dari berbagai mara bahaya. Jadi uang kepeng kuno bali / Pis Ghana ini biasanya bagus dimiliki oleh nelayan/Pelaut atau pedagang agar dalam melakukan pekerjaan selalu dilindungi dan dijauhi bahaya. 

9. Uang Kepeng Kuno Bali / Pis Bolong Tanpa Nama
Kenapa dikatakan uang kepeng/Pis Tanpa Nama karena baik permukaan depan dan belakangnya tidak tercetak gambar atau huruf. ( jika ingin memperjelas gambar silakan klik saja ).


Biasanya Uang kepeng/Pis bolong ini terdiri dari Pis Jaring, Pis Ghana, dan Pis Tanpa Nama yang terikat oleh Tri Datu ( Benang Tiga Warna ). Dari informasi yang saya terima Uang Kepeng Pis Tanpa Nama ini dapat memberikan fungsi magis dalam memberikan rejeki, dimana masyarakat Bali menyebutnya dgn nama uang kepeng / Pis Pengelantih ( uang kepeng kuno bali yang menyebabkan laris berdagang ) dan murah rezeki ( dampukan ).

10. Uang Kepeng Kuno Bali Arjuna / Pis Bolong Rejune 
Benarkah itu? Bagi sebagian lainnya hal itu dianggap sebagai lelucon murahan. Uang kepeng Arjuna atau pis Rejuna, sesuai dengan sebutannya, maka pada salah satu sisinya terdapat gambar Arjuna. Dalam cerita Mahabharata, Arjuna dikenal sebagai putra ketiga dari Dewi Kunti dan nomor tiga dari Panca Pandawa. Di samping pandai memanah, ia juga dikenal sebagai ksatria yang gagah berani. Wajahnya yang rupawan menyebabkan ia diidolakan oleh banyak wanita. Hal ketampanan itulah yang sebenarnya menjadi penyebab pengapa banyak lelaki kemudian berkeinginan untuk memiliki pis Rejuna tersebut. Di samping itu, sebagian masyarakat ada yang meyakini bahwa dengan menjadikan pis Rejuna sebagai jimat akan menyebabkan banyak wanita tergila-gila pada si pemilik pis tersebut. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa pis Rejuna fungsinya tiada lain untuk melanggengkan hubungan orang bersuami-istri atau hubungan sejoli yang sedang dilanda asmara. 
Uang Kepeng Kuno Arjuna / Pis Rejune ini setelah  saya amati terdiri dari 3 Macam gambar yang berbeda coba anda perhatikan gambar berikut :
Ma'af sebelumnya foto dibawah ini saya edit biar agak jelas anda memperhatikannya.!

Lihatlah tanda panah pada gambar di atas, uang kepeng kuno Arjune / Pis Rejune ini sama sama memegang busur tapi dengan tangan berbeda. Hal ini pernah saya temui di lapangan langsung dan ternyata informasi yang saya terima dari Pelingsir ( Yang di tua-kan ) Pis Rejune yang berbeda memegang Busurnya ternyata memiliki fungsi magis yang berbeda pula. Hal ini lah saya menyarankan bagi yang menyukai uang kepeng kuno Arjune/ Pis Rejune ini harus teliti dalam melihatnya agar tidak terjadi kesalahan ketika ingin memilikinya.
Yang jelas saya tidak tahu apa penyebab dari Pis Rejune itu bisa berbeda dalam memegang busurnya, apakah kesalahan pencetakan atau apa ? saya tidak tahu sampai sekarang ini.!
Mengenai mana yang benar dari gambar Pis rejune tsb, saya sarankan memilih Gambar Sang Arjuna yang memegang busur dgn tangan kiri. Karena setahu saya dari Buku epos Mahabrata, Arjuna bukanlah seorang Kidal. Jadi itulah alasan saya menyarankan demikian.


Dan gambar yang diatas adalah Uang kepeng Arjuna / pis bolong rejune yang biasanya saya sebut Pis Rejune ketangkil bidadari atau juga bisa di sebut dengan Pis bolong Arjune dan Subadri, yang juga memiliki kisah nya sendiri tapi dalam fungsi magisnya uang kepeng / pis bolong Arjune dan Subadri ini untuk memberikan kemesraan, kerukunan, dan kebahagian dalam sebuah perkawinan atau rumah tangga.

11. Uang Kepeng Kuno Bali Siwa / Pis Bolong Siwa 


Coba anda perhatikan Gambar uang kepeng / pis bolong Siwa yang di atas dan yang di samping ini.. Gambar tersebut hampir sama dgn di buku dan aslinya.
Manisfestasinya Tuhan dalam wujud Dewa Wisnu yang menggunakan senjata Cakra dan dalam pewayangan hanya Sri Kresna yang menggunakan senjata Cakra . Akan tetapi bila di perhatikan dengan baik ekor binatang dan kepalanya yang dihiasi mahkota, Binatang itu adalah Lembu ( nandini ) sebagai kendaraan Dewa Siwa. Menurut ekonografi seni arca Hindu hanya Ardha Nara Swari ( Perwujudan dewa Siwa ) yang memiliki ciri si penegendara duduk dengan kedua kakinya berada pada satu arah yaitu kesamping kiri badan binatang itu.
Fungsi Magis dari uang kepeng kuno Siwa / Pis Bolong Siwa ini sangat baik di miliki oleh seorang pendeta agar dalam menyelesaikan pelajarannya dapat memperoleh kekuatan dari Siwa Raditya sebagai manifestasinya Sang Hyang Widhi. Dan dapat juga dimiliki oleh rohaniawan yang setara pendeta seperti Pemangku, tapakan, dan balian. sehingga selalu benar dan sesuai dengan Dharma. 

12. Uang Kepeng Kuno Bali Bima / Pis Bolong Bima 
Dalam cerita Mahabrata tokoh Bima di lukiskan sebagai titisan Batara Bayu ( manifestasi Tuhan dalam wujud angin ) yang berpenampilan lugu, jujur, setia, dan ksatria. Bagi pemilik atau pemakai Uang kepeng/pis bolong Bima ini di percaya dapat memberikan kekuatan magis dalam bentuk bayu ( tenaga atau energi ), dan karena cocok di gunakan atau di bawa oleh orang yang ketika melakukan pekerjaan atau tugas banyak membutuhkan energi. Bima juga melambangkan ketangkasan jasmani, kemahiran dalam berperang, kejujuran rohani keberanian berdasarkan kebenaran, dan karena itu Uang kepeng Bima / Pis Bolong Bima cocok disimpan atau digunakan oleh seorang prajurit ( sikep, Pecalang, atau pemating ) terutama ketika sedang menghadapi peperangan atau menumpas kekacauan. Selama saya tahu Uang Kepeng Bima / Pis Bima ini mempunyai 2 jenis gambar dimana gambar pertama saya ambil dari buku dengan dan yang kedua adalah foto asli Bima membawa gada. 








13. Uang Kepeng Kuno Padma / Pis Bolong Padma ( Teratai )
Didalam perkembangan Hindu di Bali bunga Padma/Teratai digunakan sebagai upacara/yadnya karena bunga teratai/Padma mempunyai banyak makna dan simbol religius.Bunga Teratai/Padma hidup di tiga alam (darat/tanah, air dan udara) melambangkan tiga dunia (bhur, bhuah dan swah) Walaupun hidupnya di lumpur tetapi daun dan bunganya menjulang hingga diatas air dan bunganya berbau harum. Bunga teratai yang harum dilambangkan sebagai stana Hyang Widhi yang sesuai dengan bentuk buah/putiknya yang berbentuk kerucut berbalik hingga berntuknya seperti altar tempat semadhi. Mahkota bunga teratai menunjuk disegala arah melambangkan arah mata angin (asta dala). Jika kita menghirup aroma bunga teratai tersebut urat syaraf akan terangsang sehingga akan menggetarkan jiwa dan menambah kekhusukan dalam bersamadhi/sembahyang.Uang Kepeng Padma/Teratai adalah lambang tempat singasana Tuhan sebagai pencipta, selain itu 8 kelopak dan 1 titik di tengah padma tersebut melambangkan ke 9 dewa-dewa yg beristana di masing-masing arah penjuru angin yg lebih di kenal dgn dewata nawasanga.Uang kepeng / Pis bolong padma ini dipercaya memiliki fungsi sepiritual utk kedamaian,penangkal ilmu hitam,dan sebagai sarana pemusatan pikiran dlm melakukan yoga semadhi. 

Uang Kepeng Kuno Padma / Pis Bolong Padma


14. Uang Kepeng Kuno Gajah / Pis Bolong Gajah
Dalam mitologi Hindu, Airawata (Sansekerta: ऐरावत; Airāvata) adalah nama seekor gajah putih, wahana Dewa Indra. Airawata merupakan putera dari Irawati, salah satu puteri Daksa. Dalam mitologi Hindu sering digambarkan bahwa Airawata ditunggangi oleh Indra yang membawa senjata Bajra, sambil membasmi makhluk jahat. Menurut mitologi Hindu, Airawata merupakan salah satu gajah penjaga alam semesta. Ia dianggap sebagai pemimpin para gajah. Untuk itu bagi yang memiliki Uang kepeng Gajah / pis bolong Gajah ini di percaya memiliki Kekuatan yang sangat besar laksana gajah. Jadi cocok di miliki oleh seorang Pengawal dan biasanya ini di gunakan oleh Seorang yang merupakan Pekerja Keras. 

Uang Kepeng Kuno Gajah / Pis Bolong Gajah
Untuk Selanjutnya saya akan memberikan nama nama Uang kepeng / pis bolong yang masih dalam daftar pencarian untuk koleksi saya, karena berhubung uang kepeng /pis bolong tsb tidak mempunyai referensi yang kuat maupun informasi dari pelingsir jadi hanya saya sebutkan dan blm bisa memberikan ulasan fungsi magis dari uang kepeng tersebut jadi saya mohon ma'af sebelumnya.
    1. Uang Kepeng Kuno Ular / Pis Bolong Ular , pis bolong ini pernah saya lihat sendiri tapi saya blm bisa mendapatkannya dan juga blm bisa mengetahui pasti apa fungsi magisnya.
    2.  Uang Kepeng Kuno Acintya / Pis Bolong Acintya.
    3. Uang Kepeng Kuno Nagabasuki dan Antaboga / Pis Bolong Nagabasuki dan Antaboga. 
    4. Uang Kepeng Kuno Dewa Surya / Pis Bolong Betara Surya.
    5. Uang Kepeng Kuno Gatot Kaca / Pis Bolong Gatot Kaca.
    6. Uang Kepeng kuno Parikesit / Pis Bolong Parikesit  
    Itulah Macam Uang Kepeng Kuno Bali /Pis Bolong yang bisa saya paparkan berdasarkan buku dan pengalaman saya pribadi. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Nama-nama yang di berikan terhadap Jenis-jenis uang kepeng diatas sepenuhnya berdasarkan atas nama yang telah mentradisi dalam masyarakat BALI, Jika pun ada informasi jenis uang kepeng yang lain silakan Email atau bisa melalui facebook saya. Dan masih banyak lagi yang saya akan ulas dalam blog saya ini dimana saya akan memaparkan lagi tentang Pasopati dan Perawatan dari uang kepeng kuno bali /pis bolong.Dan bagi uang kepeng kuno / pis bolong yang belum terdapat disini silakan anda lihat di Bagian 1 dan Koleksi Uang Kepeng Kuno .Terima Kasih 


    Sumber Daftar referensi :  
    Referensi Buku Larasan-Sejarah, Nilai Historis Uang Kepeng Kuno, Ida Bagus Sedemen.
    Baca Selengkapnya...

    Friday, June 22, 2012

    Kisah Awal Uang Kepeng / Pis Bolong di Bali

    Panji Koming dan Pailul, tokoh kartun ciptaan Dwi Koendoro, masih menggunakan uang "kepeng" untuk kegiatan transaksi jual beli mereka. Kedua tokoh tersebut adalah tokoh zaman Nusantara Lama yang dihadirkan kembali untuk “menyungging” kehidupan masa kini oleh pekartunnya dalam koran Kompas Minggu. Uang kepeng, bagi mereka, adalah nyawa kehidupan sehari-hari. Jauh setelah zaman Panji Koming, di Bali, uang kepeng masih memiliki harga yang tinggi. Bahkan, banyak masyarakat Bali yang sangat bangga bisa memiliki koleksi uang kepeng yang banyak daripada memiliki uang rupiah!

    Bagi Made Gede Koming, penduduk Gianyar, Bali, kepeng juga masih memiliki nilai yang sama dengan rupiah atau dollar, poundsterling, yen, mark, ringgit, dan berjenis duit modern lainnya. Kepeng bisa dirupiahkan. Bahkan, beberapa jenis kepeng bernilai tukar lebih mahal, sekitar 200-300 ribu rupiah per keping. Kepeng yang bergambar tokoh-tokoh wayang seperti Arjuna dan Bima serta gambar binatang seperti jaran dan gajah, misalnya, dianggap memiliki tuah. Malah ada sejenis kepeng yang disebut paica, yang dianggap sebagai anugerah kekuatan tertentu. Oleh karena itu, masih banyak masyarakat Bali yang mempercayai hal itu. Koming, pun merasakan derasnya perputaran uang kepeng itu, terutama pada bulan-bulan tertentu.

    Keterkaitan masa lalu dengan masa kini, pada masyarakat Bali, sangat kental. Masyarakat Bali yang beragama Hindu masih mengusung pola hidup yang erat kaitannya dengan para leluhur. Kawitan merupakan istilah yang digunakan sebagai sebutan tentang keterkaitan itu. Seorang warga Hindu Bali dianggap tidak bisa lepas dari ikatan asal (wit, ane mula), baik dengan leluhur maupun desa kelahiran. Oleh karena itu, pada setiap upacara besar, orng-orang Bali yang beragama Hindu, yang telah tinggal di luar desa, juga di luar Bali, harus pulang kampung untuk melaksanakan upacara di desa kawitannya. Hal lain yang menunjukkan bahwa masyarakat Bali masih terkait dengn keberadaan catatan masa lalu adalah pemanfaatan uang bolong (pis bolong, jinah bolong) yang biasa disebut ke-peng, dalam aneka kegiatan upacara.

    Uang bolong dimaksud adalah uang logam (terbuat dari bahan krawang atau sejenis bahan pembuatan gamelan, kuningan, juga perunggu) yang memiliki lubang pada bagian tengahnya. Lubang pada uang tersebut umumnya berbentuk segi empat. Ada juga yang berbentuk bundar, segi enam sama sisi, juga segi banyak tak beraturan. Orang Belanda menyebutnya Chinesche Duit atau juga Chinese Coins.

    Masyarakat Bali yang terkait dengan uang kepeng ini mengenal, paling tidak, lima jenis pis bolong. Ada yang disebut pis lumrah (uang bolong yang paling banyak ditemukan beredar), pis krinyah atau mas (berwarna kuning), pis kuci atau jepun (berwarna hitam, diperkirakan dari Jepang masa lalu), pis lembang (permukaannya rata), dan pis wadon (wadon sangka, bermotif; wadon sari, biasa dipakai untuk pelengkap sajen). Menurut aneka catatan, uang kepeng tersebut terdiri atas tiga kelompok. Kelompok pertama disebut kepeng asli Cina atau Jepang, yaitu kepeng yang berisi tulisan huruf kanji. Kedua, kepepng lokal Nusantara yang berhuruf Jawa Kuno atau Dewanagari, berhuruf Arab, dan berhiasan bentuk wayang atau flora lokal. Ketiga, kepeng “tiruan” buatan masa kini. Kepeng masa kini berkualitas sangat rendah, mudah meleleh ketika terbakar api. Sedangkan kepeng masa lalu, misalnya yang telah menjadi pelengkap upacara pembakaran jenazah (pelebon, ngaben), uang tersebut masih bisa utuh, bisa digunakan lagi. Kepeng Cina berisi tulisan huruf kanji Cina pada kedua bagian permukaannya (jou), baik pada permukaan atas (mien atau sleh) maupun pada permukaan bawah (pei atau trep). Lubangnya (hao) berbentuk segi empat sama sisi. Pada bagian muka tertulis informasi (“legenda”) tentang gelar kaisar Cina yang sedang memerintah. Tulisan tersebut mengisi bagian sleh, mengelilingi hao, bagian atas, kanan, dan kiri. Tipografi dan hiasan tersebut, seperti dicatat oleh Darmayendra (2000) dari sumber Balai Arkeologi Bali, cara membacanya berurutan atas-kanan-bawah-kiri, atau bisa juga atas-bawah-kanan-kiri.

    Selanjutnya, disebutkan ada lima gaya tulisan yang ditemukan dalam kepeng Cina: 1) zhuan shu (seal script style), gaya tulisan melengkung menyerupai materai, yaitu gaya tulisan tertua yang dipakai pada masa Dinasi Sui dan sebelumnya; 2) li shu (square plain script style), gaya tulisan persegi; 3) kai shu (regular script style), gaya tulisan baku; 4) xing shu (running script style), gaya tulisan sambung; dan 5) cao shu (cursive script style), gaya tulisan miring. Bagian trep berisi tulisan tentang nama tempat pembuatan uang kepeng tersebut.

    Uang Nusantara Lama ukurannya lebih besar daripada uang Cina. Menurut catatan yang ada pada Museum Bali, ditemukan uang kepeng yang bertuliskan pangeran ratu dengan huruf Jawa Kuno (Dewanagari) yang diperkirakan dari Banten. Lubang yang terdapat pada uang kepeng tersebut berbentuk segi enam beraturan. Tulisan pada sleh disusun melingkari lubang. Pada bagian trep berisi goresan-goresan yang kurang begitu jelas maknanya. Begitu pun pada uang kepeng Palembang. Tulisannya, huruf Arab, disusun melingkari lubang yang bentuknya membundar. Tulisan pada bagian sleh: Hadza Fulus fi Balad Palembang 1198. Bagian trepnya polos tanpa tulisan apapun.

    Tulisan-tulisan tersebut, kini, tidak menunjukkan harga satuan uang kepeng, karena perhitungannya dalam transaksi adalah jumlah biji uang tersebut. Satu biji uang kepeng disebut keteng, aketeng. Di pasar uang kepeng, misalnya di Gianyar, masyarakat mengenal jumlah kepeng tertentu yang dijual secara ikatan. Uang kepeng, untuk memudahkan pendistribusiannya, sekaligus juga berkaitan dengan kepercayaan tertentu, diikat dengan benang tukelan untuk kepeng yang jumlahnya 25 (selae keteng), diikat dengan tali tali bambu (200 biji, satak keteng), dan diikat dengan tali ampen, tali serat (1.000 biji, siu keteng). Tetapi untuk satuan jumlah kepeng yang disebut satak, jumlahnya dikurangi sebanyak 5 biji yang disebut long, dan satuan siu keteng dikurangi 25 biji. Tentang pengurangan tersebut, ada yang menyebutkan untuk mengurangi “pembengkakan hitungan (embet)” dalam transaksi. Tetapi, alasan-alasan tentang masalah pengurangan tersebut belum begitu jelas. Sidemen (1998) mencatat, model pengurangan seperti itu ditemukan juga dalam perhitungan uang kepeng (satuannya disebut picis) di Jawa, setiap pembayaran 1 puon (1.000 picis) selalu dikurangi 30 picis. Ngurah Nala dan Adia Wiratmadja (1991) menjelaskan bahwa dalam setiap korban suci (yadnya) di Bali dilengkapi dengan aneka simbol berupa sesajen. Sesajen tersebut dibuat dari unsur tumbuh-tumbuhan, binatang, termasuk mineral. Uang kepang dianggap memiliki unsur-unsur panca datu (lima jenis logam): emas, perak, tembaga, besi, dan logam campuran. Kelima unsur tadi, menurut Sudana dan Budiastra (1999) bertalian dengan konsep keseimbangan dunia dalam faham agama Hindu. Emas di Barat, perak di Timur, tembaga di Selatan, dan besi di Utara. Sedangkan di tengah-tengah adalah besi campuran. Semua itu dihubungkan dengan posisi nama-nama dewa Mahadewa, Iswara, Brahma, Wisnu, dan Syiwa dalam kepercayaan Hindu. Oleh karena itu, uang kepeng biasa dijadikan sebagai pengganti unsur-unsur logam tersebut.

    Uang kepeng digunakan sebagai salah satu pelengkap sesajen (persembahan) dalam upacara. Panca yadnya adalah upacara yang terkait dengan keberadaan kepeng tersebut, terdiri atas dewa yadnya, rsi yadnya, pitra yadnya, manusa yadnya, dan butha yadnya. Pitra yadnya dan manusa yadnya, terutama, yang banyak memerlukan kelengkapan kepeng. Karena rutinnya upacara-upacara tersebut, pemakaian uang kepeng tidak pernah berhenti. Pada bulan Juli – September, setiap tahun, pesanan uang kepeng meningkat keras. Pada bulan-bulan tadi transaksi jual-beli uang kepeng di pasar tradisional Bali menjadi masa paling ramai, bertalian dengan bulan upacara bagi masyarakat Hindu.

    Permintaan pasar tidak sebanding dengan ketersediaan kepeng. Apalagi ketersediaan kepeng Cina, kepeng asli, sudah semakin berkurang. Kesulitan tadi terkait juga dengan akar kreasi seniman Bali sendiri yang cenderung merambah hal-hal yang baru yang bisa diuangkan. Bentuk gubahan patung yang bahannya dari uang kepeng adalah salah satu yang terkait erat dengan hal tadi. Kesulitan-kesulitan tersebut, kemudian, mendatangkan cara baru dalam menaggulangi kekurangan uang kepeng. Kini, banyak kepeng baru, buatan baru, yang “dianggap” bisa menutupi kebutuhan terhadap kepeng. Tetapi, banyak masyarakat Hindu yang kemudian merasa kurang sempurna aktivitas upacaranya ketika memakai kepeng buatan baru, karena kualitas uang baru itu lebih buruk daripada uang yang asli. Kepeng baru, tampaknya, dibuat dengan perhitungan yang sangat ekonomis, tidak tahan lama, agar produksi bisa tetap berjalan.

    Kelangkaan kepeng asli, secara sejarah, juga pernah terkait dengan sikap pemerintah Belanda yang ingin menghilangkan fungsi kepepng tersebut sebagai uang pembayaran yang syah pada saat itu. Tetapi, keteguhan masyarakat Bali dalam mempertahankan keberadaan kepeng sebagai sarana upacara, khususnya, melunturkan keinginan Belanda, sehingga penggunaan kepeng dalam keseharian masyarakat Bali saat itu tidak dipermasalahkan lagi. Bahkan, hingga kini, kepeng tetap memiliki nilai khusus sebagai uang masa lalu yang berharga.

    Harga uang kepeng, seperti diakui oleh salah seorang penjual kepeng di Klungkung, cukup beragam. Jenis uang kepeng lama, uang berwarna emas Rp 800,00 perbiji, uang kuci yang berwarna hitam Rp 900,00 perbiji, dan uang lumrah Rp 500,00 perbiji. Jenis uang kepeng “baru” terdiri atas uang super (warna kuning) Rp 20.000,00 per 200 biji, uang kuci Rp 15.000,00 per 200 biji, dan uang lumrah Rp 12.000,00 per 200 biji. 


    PERWUJUDAN, JIMAT, DAN PERMAINAN

    Penggunaan kepeng bisa ditemukan dalam berbagai bentuk benda upacara di Bali. Benda-benda upacara seperti canang sari, penyugjug, sapsap, orti, banten penyeneng, kewangen, adalah sajen dan sejenisnya yang dilengkapi kepeng. Jumlah uang kepeng yang melengkapi benda-benda tersebut bermacam-macam. Menurut pengakuan beberapa masyarakat Bali, pada sajen-sajen tertentu, uang kepeng ada juga yang telah digantikan dengan uang logam recehan yang baru, uang Indonesia masa kini.  

    Pada masyarakat Hindu di Bali ada kepercayaan tentang kekuatan tertentu yang dilambangkan dengan bentuk tertentu pula. Arca perwujudan (praraga) termasuk jenis patung perlambangan tersebut. Arca ini, umumnya, dibuat dari bahan kayu cendana untuk bagian kepala dan “dalaman” tubuh patung. Pakaian patung sepenuhnya dibentuk dari untai- an uang kepeng asli Cina. Patung jenis ini biasa disebut patung Sri Sedana, yang konon, sebagai patung yang akan membawa keberuntungan. Sri Sedana adalah lambang dewi kekayaan.



    Patung Sri Sedana



    Sebuah patung Sri Sedana bisa menghabiskan 1.000 biji uang kepeng. Untuk pembuatan patung Sri Sedana yang ditujukan sebagai alat pemujaan, menurut seorang pembuatnya, bisa menghabiskan modal dasar sekitar Rp 4.000.000,00. Patung tadi bisa dijual dengan harga antara 6 juta – 8 juta rupiah. Sedangkan “harga turis” bisa lebih melambung, sekitar 40 juta rupiah. Sebuah harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, sejalan dengan permintaan pasar luar negeri, pembuatan patung jenis ini terus berjalan. Hal itu berarti terus akan mengurangi ketersediaan kepeng asli Cina. Kini, kepeng asli, menurut beberapa pelaku pasar, telah didatangkan dari Lombok dan Jawa. Dan, pis kuci, pis jepun yang berwarna hitam jika dipakai membuat patung Sri Sedana, akan medatangkan kekuatan tertentu, yang disebut taksu. 

    Uang kepeng, di antaranya dianggap menyimpan kekuatan yang bisa dipakai sebagai jimat. Jenis kepeng yang disebut kepeng paica adalah salah satu di antara yang dianggap sebagai jimat. Kepeng ini bisa dimiliki oleh seseorang melalui kegiatan semedi, sebagai  anugerah dari kekuatan tertentu kepada orang khusus. Tentu saja, jenis uang kepeng ini tidak pernah bisa dilihat oleh orang lain yang bukan pemiliknya. Ada kepercayaan, kalau uang paica ini diperlhatkan kepada orang yang bukan haknya, kekuatan yang dikandung dalam uang paica itu akan berkurang, atau malah akan hilang.       



    Di samping kepeng paica, ada juga kepeng pretima dan kepeng rerajahan. Jenis kepeng pretima biasanya disimpan di tempat yang dianggap suci. Kepeng yang dipakai untuk membuat pretima adalah kepeng lumrah. Setelah digubah menjadi tiruan bentuk manusia, binatang, bidang segitiga, atau bidang segi empat, kemudian diupacarai, jenis kepeng ini selanjutnya dianggap memiliki nilai sakral. Sedangkan kepeng rerajahan adalah jenis kepeng yang bergambar tokoh-tokoh pewayangan tertentu atau binatang tertentu yang kemudian dijadikan perlambangan.

    Kepeng rerajahan dengan gambar Arjuna, konon, memiliki fungsi sebagai pengasih-asihan. Kepeng Bima untuk kedigjayaan. Kepeng jaran untuk kecepatan. Kepeng gajah untuk kekuatan. Masih banyak lagi jenis rerajahan yang dibuat oleh paranormal di atas uang kepeng, sesuai fungsi masing-masing. Para wanita Bali yang memiliki kepercayaan terhadap jimat, suka menyimpan kepeng rerajahan bergambar bulan. Pis bulan, sebutan untuk kepeng rerajahan ini, kata sementara orang, berfungsi sebagai pengikat para suami supaya tetap menyayangi istrinya. Tentang kebenaran fungsi-fungsi tersebut, tentu, sulit dibuktikan secara nyata. Tetapi, begitu banyak orang yang percaya tentang hal itu.

    Masyarakat Bali memiliki sejumlah bentuk permainan yang melibatkan penggunaan uang kepeng. Permainan tersebut ada yang hanya melibatkan kaum lelaki dewasa saja, ada juga yang bisa dimainkan oleh masyarakat umum. Bentuk permainan, kemudian, banyak yang mengarah ke perjudian. Plinceran, makeles, dan metogtog, adalah nama jenis permainan tersebut.
    Kreativitas seniman Bali tidak pernah berhenti. Uang kepeng, selain dimanfaatkan untuk keperluan melengkapi benda upacara dan permainan, ada juga yang dibuat untuk menghiasi tempat tertentu. Hiasan, dalam hal ini, adalah hiasan yang dikaitkan dengan tempat suci umat Hindu dan juga hiasan “modern” yang merupakan garapan seniman masa kini.

    Begitu banyak keterkaitan masyarakat Hindu di Bali dengan uang kepeng. Untuk menghias bangunan profan, baik yang tradisional maupun modern, para seniman Bali membuat tiruan uang kepeng dalam ukuran yang amat besar. Ukuran tiruan uang tersebut sekitar 50 kali besar uang kepeng sebenarnya. Bahan yang digunakan untuk membuat tiruan kepeng tersebut antara lain adalah bahan tanah liat, kayu, dan kuningan. Jenis hiasan seperti ini bisa kita temukan di warung-warung seni di sekitar Ubud. Hiasan ini biasanya digantungkan di dinding rumah atau sebagai penghias pintu gerbang.

    Kefanatikan sebagian masyarakat Bali terhadap uang kepeng, terutama yang masih tampak pada kaum tua adalah kebanggaan mereka memiliki jumlah uang kepeng yang banyak. Ada orang tua yang terkagum-kagum ketika mendengar seseorang memiliki jumlah kepeng yang banyak, tetapi tidak peduli ketika mendengar orang lain memiliki uang jutaan rupiah, misalnya. Dan, setiap warga masyarakat Bali yang beragama Hindu, bisa dipastikan memiliki jumlah uang kepeng tertentu di rumahnya sebagai sarana upacara rutin mereka. Di samping uang kepeng dipakai sebagai sarana hukum adat pada sejumlah desa adat di Bali, yang mengharuskan warganya yang terkena sanksi adat, harus membayar denda dengan 1.000 biji uang kepeng. Sanksi seperti tersebut, bahkan telah menjadi imbauan Majelis Pembina Lembaga Adat (MPLA) Bali, kepada semua desa adat, agar memberlakukan sanksi semacam itu kepada warga yang melanggar ketentuan adat. Mengapa dengan uang kepeng? Jawabannya, “itulah keputusannya”. Paling tidak, lembaga adat tersebut menunjukkan bahwa uang kepeng memiliki nilai tinggi, sulit didapatkan, dan akan menjadi beban berat bagi yang terkena sanksi.!

    Oleh Jajang Suryana
    Sumber : Rupa Seni Rupa
    Baca Selengkapnya...

    Tuesday, September 7, 2010

    Macam Dan Fungsi Magis Uang Kepeng Kuno/Pis Bolong

    Sesuai dengan Macam dan Fungsi Magis dari uang kepeng kuno /pis bolong ini pernah saya bahas Sedikit dalam KOLEKSI UANG KEPENG KUNO
    Untuk itu saya berusaha untuk melengkapinya dan mengambil dari buku yang membahas tentang fungsi magis dari pis bolong atau uang kepeng kuno. Dari sekian pengalaman saya dalam melakukan petualangan dalam menemukan dan mencari uang kepeng kuno ini ada beberapa yang belum saya temukan dan ada beberapa uang kepeng/ pis bolong yg tidak bisa saya tampilkan ( Gambar ), karena ada sesuatu kekuatan magis yang membuat uang kepeng kuno/pis bolong tersebut tidak bisa digambarkan/foto atau scanner, itulah yang menyebabkan saya dalam ulasan kali ini ada beberapa uang kepeng / pis bolong tidak ada gambarnya, jadi saya mohon ma'af sebelumnya.
    Mari kita mulai untuk membahasnya.....

    1. UANG KEPENG /PIS JOGOR MANIK

    Ma'af sebelumnya saya tidak bisa menampilkan gambarnya, tapi saya hanya memberikan ulasan saja. Pada permukaan uang kepeng/ pis bolong ini terdapat sepasang gambar dalam bentuk relief timbul, yang menggambarkan tokoh dewa bernama SANG JOGOR MANIK dan SANG SURATME.
    Menurut kepercayaan orang Bali ( HINDU )sesuai dengan ajaran ATMA PRASANGSA dalam cerita Bima Suarga, peranan Jogor Manik dan Sang Suratme adalah sebagai dua orang dewa yang bertugas menerima kedatangan arwah manusia baik yang sudah maupun belum di takdirkan wafat. Kedua dewa tersebut dipercaya sebagai penjaga pintu gerbang sorga dan neraka serta mempunyai kekuasaan penuh untuk mengadili dan memutuskan arwah masuk surga atau neraka. Kedua dewa ini juga berhak menolak arwah manusia yang belum saatnya mati dan mengembalikan hidup kembali ke dunia.
    Fungsi Magis dari uang kepeng/pis JOGOR MANIK ini dapat membantu mencegah bahaya yang sedang mengancam pemiliknya atau orang lain yang membawanya. Jika anda memiliki pis Jogor Manik ini sebaiknya di bawa terus selama berpergian jauh dimana di perkirakan akan mudah terjadi ancaman bahaya yang dapat membawa kematian dengan begitu dapat mencegah ancaman kematian yang memang belum di takdirkan.

    2. UANG KEPENG/PIS ANOMAN


    Ini juga tidak bisa saya tampilkan gambar aslinya, jadi saya ambil dari buku. uang kepeng/ pis Anoman ini merupakan tokoh raja kera putih dalam kekawin Ramayana yang berhadapan dengan sebatang pohon sebagai senjatanya. Anoman diriwayatkan sebagai putra Betara Bayu ( menifestasi Tuhan sebagai kekuatan angin dan energi ), serta sebagai simbol kejujuran dalam perbuatan dan setia dalam pengabdian. Siapa saja yang memiliki pis Anoman ini dipercaya memberikan kekuatan dan tenaga (supernatural) seperti angin selama diabdikan untuk kejujuran dan kesetian. Sehingga keistimewaan pis Anoman adalah cocok dan tepat untuk di bawa atau di milki oleh seorang prajurit. Dari Pengalaman teman saya dalam petualangan Uang kepeng/ Pis Anoman ini ditemukan dalam ban truk yang ketika itu sedang mengganti bannya yang kempes dalam perjalanan, hingga kini Pis Anoman tersebut di bawanya..., secara pengetahuan saya Pis Anoman ini memiliki 2 jenis gambar yang berbeda gambarnya Salah satunya sperti gambar di atas dan satunya manunggal hanya gambar Anoman saja tapi dalam kemampuan magisnya sama saja.


    3. UANG KEPENG / PIS KRESNA

    Uang Kepeng Kresna ini yang saya ketahui mempunyai 2 macam jenis gambar yaitu Sri Kresna Bersama Tualen (Merdah) dan Kresna dengan Senjata Cakranya tapi mempunyai kekuatan magis yang sama.



    Sri Kresna adalah seorang tokoh utama dalam cerita pewayangan Mahabrata atau Bratayudha dimana Sri Kresna berperan sebagai duta dan menjadi sais kereta yang di kendarai Arjuna dalam pertempuran di medan perang di tengah Kurusetra.
    Merdah adalah Salah satu tokoh punakawan yang berada di pihak Pandawa dalam cerita pewayangan Mahabrata atau Bratayudha.
    Kedua tokoh tersebut dipercaya sebagai tokoh jujur pembela kebenaran, keadilan, kebijakn, dan kemulian.
    Siapa saja yang sedang membawa atau memliki pis bolong ini , sangat di percaya kekuatan magisnya akan dapat menuntun ke arah kebijakan, selelu membela kebenaran, mempertahankan kejujuran dan menegakan keadilan. Uang kepeng / pis Kresna ini sangat tepat kalau di miliki oleh pemimpin negara atau angkatan perang.

    4. UANG KEPENG / PIS DEDARI

    Pis Dedari ini di buat dari jenis pis KOCI yang pada permukaan belakangnya terdapat gambar seorang perempuan yang bersimpuh. ( ma'af belum ada gambarnya jadi ulasan saja)
    Dalam cerita pewayangan dan kepercayaan terhadap manifestasinya Tuhan dalam wujud dewa-dewi, maka bidadari merupakan simbol perempuan cantik, anggun, menarik, sensual, ramah, mulia dan bijaksana. Prempuan dengan bobot seorang bidadri akan selalu menjadi dambaan seorang laki-laki untuk disunting menjadi seorang istri.
    Berdasarkan kepercayaan masyarakat BALI, Uamg kepeng/ Pis Dedari ini dimiliki oleh perempuan baik yang masih gadis atau maupun yang sudah menjadi isteri. Pis Dedari ini juga memiliki kekuatan magis yang disebut pengasren ( kekuatan daya tarik ) agar yang bersangkutan selalu tampak cantik dan menarik sehingga laki-laki menjadi takluk, tergila-gila atau penuh kasih sayang terhadap gadis yang membawanya atau para suami akan menjadi semakin sayang kepada isterinya yang memiliki Pis bolong jenis ini.

    5. UANG KEPENG/PIS RAMA

    Dilihat pada gambar di samping permukaan Uang kepeng / pis bolong Rama terdapat gambar wayang yang diindentifikasi sebagai gambar Sang Rama dengan sikap sedang merentangkan busur dalam posisi berdiri tegak. Gambar Sang Rama berhadapan dengan gambar seekor kijang yang badannya telah tertusuk anak panah dengan posisi mati terjengkang dan pada bawahnya terdapat lukisan pohon tanpa daun.
    jenis Pis Rama ini jelas adalah Pis RERAJAHAN ( Bukan ASLI ) karena bahannya tidak terbuat dari bahan uang kepeng yang sudah ada, melainkan di buat dengan logam tersendiri dengan bentuk dan luas lebih besar dari uang kepeng yang terbesar.
    Fungsi Magis dari Pis Rama adalah memberikan simbol kekuatan kesetiaan, ketepatan memanah, dan keiklasan tanpa memperhitungkan adanya ancaman bahaya bagi diri sendiri. Uang kepeng / pis ini cocok di bawa atau di miliki oleh seorang prajurit untuk menambah keberanian dalam peperangan melawan musuh dan kebatilan, iklas berkorban untuk membela negara sebagai tanda kesetiaan kepada bangsa dan negara.
    Dari Pengalaman saya pribadi PIS RAMA ini sebenarnya ada dalam artian Uang kepeng /Pis Rama ( ASLI ) tapi ma'af saya tidak bisa menampilkan Gambarnya karena kekuatan magisnya sangat kuat hingga tidak bisa saya ambil gambarnya dengan apapun setelah sekian kali saya lakukan tetap hasilnya tidak nampak jadi ma'af. Dalam pis ASLinya terdapat gambar Sang Rama bersama Dewi Shinta, dimana fungsinya sudah saya paparkan diatas selain itu pis ini bisa membawa kerukunan dan kesetiaan.

    6. UANG KEPENG / PIS JARAN.

    Uang Kepeng ini sangatlah langka dimana orang-orang banyak mencarinya termasuk saya tapi hingga saat ini saya hanya bisa memilikinya 1 saja dengan pasangan Pis Padang ( rumput ) itu pun dengan susah payah saya mendapatkannya dan juga herannya saya tidak bisa menampilkannya ( gambar ) karena sesuatu hal yg tidak bisa saya mengerti. Jadi saya ambilkan dalam buku saja yang gambarnya sama persis.
    Dari Pengalaman saya dan tutur penua lingsir ( orang yang dituakan ). Pis Jaran harusnya berada dalam satu ikatan dengan Pis PADANG yang merupakan makanan dari kuda tersebut, dengan demikian uang kepeng Jaran ini akan hidup sepanjang zaman karena dengan di temani uang kepeng/ Pis Padang maka setiap saat akan dapat memakan rumput dan rumputpun tidak akan pernah abis sehingga dengan cara itu kekuatan magisnya tidak akan pernah luntur sepanjang masa. Dan jika Pis Jaran ini tidak dipasangkan dengan Pis Padang menurut pinutur orang tua dulu dapat menyebabkan yang memilki ataupun membawa pis jaran ini akan mengalami kebotakan pada kepalanya ( lengar).
    Jadi bagi yang memliki Pis Jaran yang tidak jadi satu gambarnya dengan Pis padang di harapkan memiliki keduanya dan di ikat menjadi satu dengan benang tri datu ( 3 warna : hitam, putih, merah).
    Dari Gambar di atas, Gambar kuda pada pis bolong tersebut hampir memenuhi permukaan uang kepeng sehingga lubang di tengah yang berbentuk bujursangkar itu menembus bagian perut dari gambar kuda tersebut. Dan pada pelana kuda terdapat gambar ujung senjata trisula yang merupakan simbol sistem kosmologi Hindu menunjuk arah kaja kangin ( mata angin timur laut ). Jenis pis Jaran ini adalah jenis Pis KOCI. Dalam kepercayaan masyarakat Bali , Pis Jaran ini biasanya di gunakan sebagai jimat oleh para pengalu ( pedagang atau saudagar tradisonal bali yang mengantarkan atau menjajakan barang dagangannya jauh ke luar wilayahnya dengan menggunakan kuda beban atau kuda pikulan), sehingga dalam perjalanan jauh apapun tidak akan merasa lelah. Dan ada yang meyakini Pis Jaran ini memiliki kekuatan magis dalam peperangan dalam bertempur akan memilki semangat bertempur seperti kuda...


    BERSAMBUNG...
    Baca Selengkapnya...

    Monday, September 6, 2010

    JENIS DAN ARTI UANG KEPENG KUNO

    Disini saya akan memberikan penjelasan tentang Historis uang kepeng kuno atau Pis bolong ini yang terdiri dari berbagai jenis, jadi saya tidak mengulas tentang sejarahnya tapi sedikitnya sudah saya jelaskan dalam Kekuatan Magis ''Pis Bolong'', Benarkah Ada?







    Ini lah jenis jenis Uang Kepeng Kuno / Pis Bolong  Bali
    1. PIS GOBOGAN
    Uang Kepeng/Pis Bolong Gobogan Jawa




    Uang Kepeng / Pis Bolong Gobogan Bali

    Pis gobogan ini di taksir ada pada tahun 1769M - 1860M, uang kepeng atau pis bolong di atas sangat langka, dimana permukaan mempunyai indentitas huruf jawa kuno dan Arab dan permukaan yang sebelahnya ada yang kosong atau ada berisikan huruf, yang di bali disebut Pis Jaring.Uang Kepeng/Pis Gobogan di bawah ini adalah gambar aslinya yang saya dapatkan di Bali daerah desa Tegallinggah-Karangasem dimana proses dalam menemukannya sangatlah rumit yg mungkin tidak bisa saya jelaskan disini, dimana pis gobogan ini merupakan masih peninggalan dari leluhur saya yg sudah tertanam dalam peti sangat lama bersama-sama dengan benda pusaka lainnya yang tidak saya tampilkan disini. Nanti akan saya jelaskan fungsi dsb dalam ulasan yang berikutnya yang masih tahap penulisan.


    Uang Kepeng/ Pis Bolong jenis Gobogan ( ASLI )

    2. PIS LUMRAH
    Kata LUMRAH berasal dari bahasa BAli yang artinya sudah biasa digunakan atau di berlakukan dari masa ke masa. jadi pis ini di beri nama pis biasa atau pis bali, ketika beredar bersama-sama dengan uang logam HIndia Belanda. ciri-cirinya berwarna kehitaman , ada yang kebiruan dan ada pula yang kekuningan.( Gambar tidak ada )


    3. PIS KERINYAH
    Pis ini di cetak pada satu periode atau dalam masa pemerintahan satu dinasti kaisar cina, nilai satuannya sama dengan pis lumrah yaitu 1 keteng. disebut pis kerenyah karena permukaannya mengkilap dan memancarkan sinar, pada umumnya dalam masyarakat Bali pis kerinyah ini digunakan sebagai alat upakara yg disebut ukur. Ukur berperan sebagai simbol badan atau jasad yang digunakan dalam upacara ngaben(pembakaran mayat).Ma'af sebelumnya Pis ini saya belum bisa saya memberikan gambarnya.


    4. PIS KOCI
    Kata Kuci atau koci yang dikenal dalam bahasa Bali menurut van der tuuk berasal dari bahasa Cochin China (vietnam), tapi di beberapa daerah di Bali pis koci juga di sebut dengan nama pis Jepun. Ciri-cirinya jenis pis koci tidak terdapat huruf pada permukaan belakangnya tapi kadang-kadang ada hurufnya( dari pengalaman ), agak kecil dari biasanya dan kadang menggunakan pinggiran kadang tidak. Lubang tengahnya berbentuk bujur sangkar. Pis koci ini di produksi pada waktu zaman Majapahit.Pis Koci lebih banyak digunakan untuk sarana upakara , terutama sebagai bahan untuk membuat arca pemujaan yang di sebut RAMBUT SEDANA. Dan di temukan juga jenis pis KOCI yang pada permukaan belakangnya tercetak gambar tokoh-tokoh yang berwatak kebenaran dari tokoh-tokoh dunia pewayangan baik Ramayana, Mahabrata dan Bratayudha. Uang kepeng jenis ini oleh pemiliknya dianggap memiliki kekuatan gaib dan disebut PIS JIMAT.


    Uang Kepeng/Pis Bolong Dewi Kunti ini adalah jenis KOCI yg tidak berpinggiran.


    Uang Kepeng / Pis Bolong Nakula-Sadewa ini jenis Koci yang berpinggiran dalam lingkaran sebelah pinggir bisa di bandingkan dengan yang di atas.

    5. PIS LEMBANG
    Kata lumbang dalam bahasa BAli artinya lebar atau luas. Kata Lembang berasal dari kata Lumbang dan digunakan untuk memberi nama kepada jenis uang kepeng/pis bolong yang ukurannya paling besar di antara jenis uang kepeng/pis bolong. MEnurut Arjan van aeslt uang kepeng ini berasal dari dinasti Qing ( 1736M-1795M ), Jepang, Vietnam, dan Palembang.Ciri-cirinya : Agak besar dari ukuran biasa uang kepeng/ pis bolong biasa, warnanya kekuning-kuningan.


    Uang Kepeng/Pis Bolong jenis Lembang.


    Uang Kepeng / Pis Bolong Nawe Sange ini adalah Jenis LEMBANG.

    6. PIS WADHON
    Wadhon berarti Perempuan atau wanita, Orang Bali menyebut uang kepeng jenis ini dengan nama pis WADHON SARI atau WADHON SANGKA (WADHON KANGKA), diperkirakan tahun 841M - 846M . Karena jumlah produksi jenis uang kepeng ini sangat sedikit maka termasuk kategori yang sangat langka. Jenis uang kepeng ini jarang sekali di belanjakan sebagai uang kartal, karena lebih di utamakan untuk kepentingan bahan upakara atau bahan untuk membuat sarana hiasan di pura atau pamerajan. Karena ini merupakan jenis uang kepeng /pis bolong tertua terbuat dari bahan tembaga bercampur timah yang warnanya kehitaman. Untuk itu saya sendiri belum mendapatkan jenis uang kepeng ini hingga sekarang dan juga tidak mempunyai gambarnya.


    7. PIS RERAJAHAN,PIS PAICA, PIS PRETIMA
    Jenis pis ini awalnya tidak di belanjakan sebagai uang kartal, karena di anggap memiliki kekuatan magis religius.

    - Pis Rerajahan adalah Uang logam dengan sengaja di rajah( digambar) dengan gambar-gambar tertentu yang dianggap menimbulkan atau memberikan kekuatan magis kepada orang yang memilikinya. Pis rerajahan ini di buat dari bahan perunggu, tembaga atau kuningan ada yang berbentuk lempengan bulat dan bujursangkar . Dari caranya merajah (digambar) yaitu di pahat atau dengan sistem cor setelah itu dilakukan upakara dan di mohonkan untuk memiliki kekuatan supranatural atau taksu ( di Pasopati). Menurut pengalaman saya Pis Rerajahan ini dari kekuatan magisnya tidak bisa bertahan lama dan biasanya memiliki kekuatan sementara saja dimana juga terdapat pantangan-pantangan yg tidak boleh dilanggar yang bisa menyebabkan kepunahan daya magis dari uang kepeng / pis rerajahan tsb dan juga mempunyai efek samping bagi jiwa bathin kita ( bukan Jasmani ).

    - Pis Paica adalah jenis uang kepeng yang diperoleh karena melakukan semedi di tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat. Uang kepeng ini /pis bolong jenis ini sangat di kuduskan dan selalu dikaitkan dengan kepercayaan kepada mahluk gaib.Dalam pengalaman saya pis paica banyak berbentuk uang kepeng/ pis bolong yang memiliki gambar berbagai tokoh-tokoh, Ramayana, Mahabrata,dan Bratayudha dsbnya.

    - Pis Pretima adalah jenis uang kepeng yang yang dikuduskan sebagai simbol untuk memuja Tuhan dalam bentuk menifestasinya. Jenis pis Pretima ini biasanya banyak kita jumpai di BALI pada Pura-pura Suci yang biasanya sangat di sakralkan.
    ma'af Disini saya tidak bisa memberikan Gambarnya, terimakasih.

    Itulah jenis- jenis Uang Kepeng Kuno/Pis Bolong yang bisa saya paparkan berdasarkan buku dan pengalaman saya pribadi. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Nama-nama yang di berikan terhadap Jenis-jenis uang kepeng diatas sepenuhnya berdasarkan atas nama yang telah mentradisi dalam masyarakat BALI, Jika pun ada informasi jenis uang kepeng yang laen silakan Email saya. Dan masih banyak lagi yang saya akan ulas dalam blog saya ini dimana saya akan memaparkan Fungsinya, Ulasan dan Perawatan dari berbagai uang kepeng kuno /pis bolong yang tidak terdapat dalam Koleksi Uang Kepeng Kuno saya, terimaklasih.

    Referensi Buku : Larasan-Sejarah, Nilai Historis Uang Kepeng Kuno, Ida Bagus Sedemen.
    Baca Selengkapnya...

    Tuesday, August 11, 2009

    Koleksi Uang Kepeng KUNO

    Kekuatan Magis ''Pis Bolong'', Benarkah Ada?

    Pis bolong atau uang kepeng pernah menjadi alat transaksi di Bali pada masa lampau. Bentuknya bulat pipih dan pada bagian tengahnya berlobang. Pada kedua permukaannya berisi tulisan huruf Cina. Di Bali, uang kepeng ini masih memiliki fungsi di masyarakat Hindu Bali. Berbagai sarana upacara masih memanfaatkannya, serta dimanfaatkan pula untuk membuat benda-benda cenderamata untuk kepentingan pariwisata.



    PENDAPAT
    Beberapa para ahli di bidang benda-benda purbakala meyakini bahwa uang kepeng berasal dari negeri Cina. Salah satunya adalah pendapat dari F.A. Liefrinch yang menyebutkan uang kepeng sebagai Chinese coins. Pendapat ini didasari karena pada kedua permukaan uang kepeng tersebut berisi tulisan huruf Cina.


    Menurut cerita pada masa lampau, ada seorang musafir dari dari Cina yang bernama Fa Hien pergi berlayar menuju ke tanah Hindu yaitu India dan Srilangka. Setelah beberapa lama berada di sana, ia kemudian kembali ke negeri asalnya sekitar 414 Masehi. Namun di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya diserang badai dan mengalami kerusakan. Kapal tersebut kemudian terdampar di sebuah pulau yang kemudian dikenal sebagai Ya-wa-di. Konon yang dimaksud dengan Ya-wa-di adalah Jawa Dwipa atau Pulau Jawa. Ada kemungkinan pada masa itu uang kepeng sudah mulai diperkenalkan di sana.


    Namun ada para ahli yang berpendapat bahwa uang kepeng dikenal di Indonesia pada masa kerajaan di Nusantara menjalin hubungan dagang dengan negeri Cina. Seperti diketahui bahwa bangsa Cina memang terkenal sebagai bangsa pedagang sejak zaman dulu. Pada masa itu mereka sudah melakukan perdagangan dengan bangsa-bangsa di belahan dunia lain, baik lewat darat maupun lewat lautan. Bukti adanya hubungan dagang antara negeri Cina dengan raja-raja di Pulau Jawa dapat dibuktikan dengan ditemukannya uang kepeng dalam jumlah yang cukup banyak di beberapa kota seperti Pati, Kudus, Batang, Kendal, Cilacap, Temanggung, Purworejo, Blora, yang secara geografis kebanyakan terletak di pesisir pantai. R. Gorris, seorang sejarawan dari Belanda yang lama tinggal di Sanglah, Denpasar, menyatakan bahwa uang kepeng sudah dikenal di Bali sekitar 882 Masehi.


    Bagi sebagian masyarakat Hindu Bali, uang kepeng jenis tertentu diyakini memiliki kekuatan gaib atau magis. Menurut Koentjoroningrat, kemampuan manusia untuk menghadapi hidup ini memang dilandasi oleh naluri dan ilmu pengetahuan. Namun terkadang semua itu tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya secara tuntas dengan cara rasional. Untuk itu mereka kemudian menyiasatinya dengan cara yang irasional yakni dengan ilmu gaib atau magis. Dikatakan juga bahwa ilmu gaib yang dimaksud adalah cara-cara manusia untuk mempengaruhi alam dalam usahanya untuk mencapai tujuan.


    Adanya usaha manusia yang sedemikian itu pada akhirnya memunculkan benda-benda yang memiliki kekuatan gaib, salah satunya adalah dalam bentuk uang kepeng. Tentunya uang kepeng jenis ini memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh uang kepeng biasa. Kalau uang kepeng biasa pada umumnya pada dua sisinya berisi tulisan Cina, namun pada uang kepeng gaib pada salah satu sisinya akan berisi rerajahan atau gambar tertentu di antaranya gambar Arjuna, Bima, Kresna, Panca Pandawa, Tualen, Sangut, Hanoman, Kuda, Jaring, sampai Bulan Sabit.


    Uang kepeng yang berisi rerajahan itu pada umumnya memiliki kekuatan sesuai dengan gambar yang terdapat pada salah satu sisi dari uang kepeng tersebut. Kekuatan gaibnya akan muncul kalau si pemilik atau pembawa uang kepeng tersebut yakin akan hal itu. Beberapa selentingan memang terdengar santer di masyarakat bahwa kekuatan gaib uang kepeng memang sangat dahsyat. Seseorang yang menjuarai lomba lari jarak jauh digosipkan memiliki uang kepeng bergambar kuda atau lebih dikenal dengan pis jaran. Seorang pemuda yang wajahnya tidak begitu menjanjikan tiba-tiba menikah dengan seorang gadis secantik bidadari, kemudian diisukan punya pis Rejuna.

    Fungsi Magis


    Uang Kepeng/pis Sangut dan Pis Delem? Ini sangat diminati oleh banyak orang karena memiliki kekuatan magis sama seperti tokoh Sangut dalam cerita pewayangan. Dengan membawa pis Sangut sebagai jimat maka orang akan menjadi sangat lihai dalam berdebat. Demikian pula halnya dengan pis Tualen yang juga diyakini memiliki kekuatan gaib. Dipercaya bahwa dengan membawa pis Tualen ini orang akan merasa tenang saat berhadapan dengan situasi apapun. Ia akan disegani oleh musuh-musuhnya, serta mampu mempengaruhi pikiran dan pendapat orang lain.




    Uang Kepeng/Pis Arjune Ketangkil Bidadari.








    Lalu, pis Kresna, sesuai dengan peran Kresna dalam dunia pewayangan, maka fungsinya adalah sebagai penuntun ke arah kebajikan dan kebijakan. Dipercaya juga bahwa orang yang menjadikan pis Kresna sebagai jimat akan memiliki sifat-sifat mulia seperti selalu berpihak pada kebenaran, jujur, dan selalu menegakkan keadilan. Oleh karenanya benda ini sangat cocok dimiliki oleh seorang pemimpin negara.








    Uang Kepeng/Pis Nawe Sange.
    Ini Dibuat hanya 9 biji saja dahulu kalanya, ini saya ketahui dari seorang tetua lingsir, jadi ini termasuk langka. Dimana fungsi Pis Nawe Sange ini digunakan untuk menjaga Diri dan menambah kekuatan spritual.







    Uang Kepeng/Pis Panca Pandawa, dinamakan demikian, karena pada permukaan trep terdapat gambar dari kelima ksatria putra Pandu, yaitu: Dharmawangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa. Pis ini dipercaya memiliki kekuatan gaib seperti kewibawaan, kekuatan, dan juga kebijaksanaan.


    Benarkah itu? Bagi sebagian lainnya hal itu dianggap sebagai lelucon murahan. Uang kepeng Arjuna atau pis Rejuna, sesuai dengan sebutannya, maka pada salah satu sisinya terdapat gambar Arjuna. Dalam cerita Mahabharata, Arjuna dikenal sebagai putra ketiga dari Dewi Kunti dan nomor tiga dari Panca Pandawa. Di samping pandai memanah, ia juga dikenal sebagai ksatria yang gagah berani. Wajahnya yang rupawan menyebabkan ia diidolakan oleh banyak wanita. Hal ketampanan itulah yang sebenarnya menjadi penyebab pengapa banyak lelaki kemudian berkeinginan untuk memiliki pis Rejuna tersebut. Di samping itu, sebagian masyarakat ada yang meyakini bahwa dengan menjadikan pis Rejuna sebagai jimat akan menyebabkan banyak wanita tergila-gila pada si pemilik pis tersebut. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa pis Rejuna fungsinya tiada lain untuk melanggengkan hubungan orang bersuami-istri atau hubungan sejoli yang sedang dilanda asmara.

    Uang Kepeng/ Pis ini Saya belum tahu pasti apakah Nakula-Sadewa atau Bidadari? , Setelah saya pastikan dengan buku dan tetua lingsir di yakini ini adalah Pis Nakula-Sadewa. Fungsinya digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit termasuk ilmu hitam.







    Uang Kepeng/Pis Betara Siwa ini Adalah gambarnya Pewayangan yang lagi menunggang Sapi, Jenis Pis Bolong Betara Siwa ini termasuk sangat langka.






    Nah...Kalo ini Saya juga belum pasti...??
    Dilihat dari Gambarnya ini adalah Uang Kepeng/pis Dewi Kunti, Jika ada yang Tau silakan email di bedude_punk@yahoo.com.







    Ini..uang kepeng/pis apa saya juga belum berani pasti kan?...









    Ini adalah Uang Kepeng/Pis Bulan, menurut sumber Pis bulan ini mempunyai kekuatan magis untuk Wanita atau ibu, untuk kecantikan dan menjaga hubungan dengan Suami/ Pacar.





    Uang Kepeng/Pis Bima memiliki kekuatan gaib yang pada intinya menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran. Oleh karenanya, pis Bima sangat cocok dimiliki oleh orang yang mengemban tugas sebagai Pecalang. Di samping itu, bagi orang yang menjadikan pis Bima sebagai jimat akan menjadikan dirinya tangkas dan mahir dalam berperang. Begitu pula halnya dengan pis Anoman, keistimewaannya adalah mampu memberikan kekuatan dan tenaga seperti angin kepada orang yang membawanya.

    Gambar di atas adalah Uang Kepeng Asli (bukan tiruan) yang didapat dengan Spritual Tinggi. Dan sebenarnya masih ada banyak lagi jenis pis bolong atau uang kepeng rerajahan yang beredar terbatas di masyarakat dengan gambar atau simbol yang berbeda-beda satu dengan lainnya tapi tidak kami masukkan dalam blog ini.
    Namun perlu dipahami bahwa pis bolong jenis ini juga ada banyak tiruannya, tentunya yang ini tidak memiliki kekuatan gaib apa-apa dan perannya juga hanya terbatas sebagai benda aksesoris belaka.
    Jika ada yang berminat atau sekedar komentar yang merasa tau akan kegunaan akan uang kepeng kuno bergambar ini...silakan berikan komentar anda?
    atau ingin membeli barang langka Asli di atas kirim email ato Inbox Facebook  ke bedude_punk@yahoo.co.id untuk mengetahui harganya.
    Terima kasih.

    Sumber Pengetahuan : Bali Post
    Baca Selengkapnya...